In Search Of Fatima
Rp. 64.900
Oleh : Ghada Karmi
Penerbit : Diwan Publishing
ISBN : 9792540520
Rilis : 2006
Halaman : 541
Berat : 0.5 kg
Bahasa : Indonesia
Penilaian : belum dirating

April 1948 Ledakan luar biasa yang mengguncangkan rumah. Sesuatu bom, mortir, atau sejumlah besar senjata? meledak dengan suara yang memekakkan telinga. Gadis kecil dapat merasakan ini dikepalanya. Dia menekan tangannya ke kuping dan otomatis merebahkan diri ke lantai dingin liwan, seperti yang harusnya mereka lakukan. Tembakan, peluru berdesing di sekitar jendela dan dentaman terhadap dinding di rumah kosong seberang, mengikuti segera. Cepat! Cepat! Bahaya terasa jelas di udara. Taksi berhenti menunggu di luar, pintunya terbuka, untuk membawanya pergi ke tempat yang dia tidak ingini. Si gadis kecil ingin tetap tinggal di rumahnya dengan Rex dan Fatima, bermain di taman, melompati pagar ke rumah Muscovite di sebelah, melihat teman-temannya pulang, bahkan mulainya masa sekolah, yang kini ditutup sejak natal. Melakukan semua hal dengan keluarga, yang merajut kehidupan mudanya. Tidak kegilaan ini. Tidak pengabaian semua yang dia tahu dan dia cintai.

Masuk ke mobil! Cepat! Sesaat diantara perang. Mereka harus bergegas, mengepak dua koper dan mereka berdelapan bagaimanapun masuk ke dalam taksi. Sopir terus mendesak mereka bergegas. Dia ketakutan dan jelas gelisah ingin segera keluar dari jalan mengerikan, dimana peluru berterbangan. Rex tidak dapat ikut bersama mereka. Dia musti tinggal. Dia memeluk tubuh berbulunya dan membelai telinga panjangnya yang lembut. Dia ingin katakan, Jangan khawatir. Hanya seminggu. Mereka berkata begitu. Kamu akan baik-baik saja dan kami akan kembali. Tapi bagaimanapun dia tahu ini tidak benar. Mengabaikan apa yang diyakinkan orang tuanya padanya, suara dari dalam dirinya mengatakan lain. Ghada! Cepat, cepat, ayolah!" Rex di dalam taman di balik pagar besi, dia di luar. Rumah dengan beranda kosong tertutup, penuh rahasia dan kini misterius, seakan mereka tidak pernah tinggal disini dan ini bukanlah rumah mereka. Pohon-pohon buah di taman menjulang di langit pagi.

Setiap helai syarafnya memberontak terhadap takdirnya, kebengisan meninggalkan yang tak mampu dilawannya. Dia menaruh telapak tangannya di pagar dan Rex mulai menggonggong dan mendorongnya, berpikir dia mau masuk ke dalam. Ibunya menarik dan mendorong dia masuk ke tempat duduk belakang taksi di atas pangkuan Fatima . Yang lain masuk dan Muhammad menutup keras pintu taksi. Dia memutar tubuhnya, berlutut melihat keluar dari jendela belakang. Ledakan lain. Taksi, yang pernah menyaksikan hari yang lebih baik, menggerungkan mesin dan mulai melaju. Tapi melalui jendela belakang, sebuah pemandangan mengerikan yang hanya dilihat dia. Rex entah bagaimana keluar, dan berdiri di tengah jalan. Dia diam dan tak bergerak, menatap mobil mereka, ekornya kaku, dan telinganya menjulur tegak keatas. Begitu jelas, gadis kecil melihat bahwa dia tahu apa yang si gadis kecil tahu, bahwa mereka tidak akan bertemu lagi.

Share

 

Kategori terkait

Novel Non-Fiksi , Kisah Nyata

facebook google plush twitter instagram