Sistem Ekonomi Dunia Islam, Kapitalisme Dan Sosialisme Dalam Perbandingan-Nihayatul Masykuroh
Rp. 70.000
Oleh : DR. Hj. Nihayatul Masykuroh, M.Si.
Penerbit : RajaGrafindo Persada
ISBN : 9786232312999
Rilis : 2020
Halaman : 158
Berat : 0.3 kg
Bahasa : Indonesia
Penilaian : belum dirating

Persoalan ekonomi senantiasa menarik perhatian berbagai lapisan, baik individu

maupun masyarakat. Berbagai macam penelitian telah dilakukan untuk menyelesaikan

masalah ekonomi. Namun usaha untuk mencari penyelesaian yang tepat dan akurat dalam

mengetahui masalah ekonomi secara keseluruhan banyak menemui hambatan dan kegagalan.

Sangat sedikit sekali keberhasilan yang diperoleh. Kebanyakan penelitian yang dihasilkan

telah  menyimpang  jauh  dari  motivasi  semula,  sehingga  menghasilkan  tujuan  yang

sebenarnya. Di satu pihak ada pendapat yang menyarankan untuk mementingkan hak

individu, sementara itu dipihak lain menolak keistimewaan individu.1

Dewasa ini ada dua kubu teori ekonomi yang saling bertentangan yaitu sistem

ekonomi Kapitalis dan Sosialis. Meskipun dalam masing-masing kategori besar ini sangat

variatif. Namun sebenarnya mereka memegang asumsi-asumsi yang sama tentang manusia,

masyarakat dan kegiatan ekonomi.2 Keduanya yakin bahwa manusia mampu dan harus

mengatur kehidupan ekonominya tanpa kendala-kendala moral apapun dan ini sangat

menyimpang dari Islam.

Hal ini dikarenakan Islam mempunyai konsep yang berbeda dengan konsep

ekonomi Kapitalis dan Sosialis, di mana hak individu maupun hak umum (kolektif) tidak

mutlak tetapi terkait oleh ikatan-ikatan untuk merealisasikan kepentingan orang banyak

dan mencegah bahaya dengan membuat hak milik menjadi tugas masyarakat berdasarkan

syari’at. Islam memberi pengakuan terhadap hak milik individu, memberi kebebasan

mendorong mengatur dan melindunginya, namun tidak membebaskan terhadap kendali

seperti dalam sistem ekonomi Kapitalis dan Sosialis. Sebaliknya Islam juga mengakui hak

milik umum berupa harta yang dikhususkan untuk kepentingan masyarakat, seperti jalan,

sungai,  tanah  pusaka,  barang  tambang  dan  petroleum.  Pemilikan  umum  tersebut,

khususnya barang tambang dan petroleum semata-mata harus menjadi milik negara atau

baitul mal dan pemanfaatannya harus sesuai dengan syari’at.

Share

 

Kategori terkait

Ekonomi

facebook google plush twitter instagram