Mengulang 95 Seri 3
Rp. 85.000
Oleh : Andi Arsyil
Penerbit : Huta Media
Rilis : 2019
Halaman : 200
Berat : 1 kg
Bahasa : Indonesia
Penilaian : belum dirating

Kalau kisah cinta segitiga mungkin sudah biasa, cinta bertepuk sebelah tangan juga sangat biasa, namun jika cinta tanpa batas dengan tulus yang tak pernah kandas itu baru luar biasa. Berdamai dengan masa lalumu, memberikan ruang untuk kata maaf pada apapun dan siapapun yang menyakitimu. Berjuang dengan apa yang ada, percayalah, waktu menyembuhkan dan kelak kau tak perlu merasa sesakit itu saat namanya disebut. Ada wajah baru di rumah kos putra Bu Tiwi. Ada sosok calon dokter muda tampan dengan perawakan tinggi dan tubuh atletis yang konon adalah tipe menantu idaman Bu Tiwi. Wajah baru yang ternyata adalah penyiar favorit Gita, Satrio. Semenjak kehadirannya suasana rumah Bu Tiwi semakin ramai. Ditambah Oni dan Oloan yang makin lengket dan tak terpisahkan. Namun tanpa disadari ada hal yang tak biasa terjadi begitu saja, sayangnya masing-masing pemilik hati masih tak menyadarinya. Karena belum disadari maka penulis belum bisa menyebutnya cinta segitiga. Wahyu yang selama ini sangat peduli pada Gita mulai merasa bahwa Gita mulai jarang mengobrol banyak dengannya semenjak kedatangan Satrio. Sementara Satrio yang punya gangguan minder dengan perempuan merasa aneh dengan dirinya sendiri karena ia sama sekali tak canggung saat berbicara dengan Gita. Gita sendiri merasa seperti mendapatkan durian runtuh karena idolanya yang dikejar-kejar selama ini tiba-tiba datang dan tinggal di rumahnya. Semua peristiwa menciptakan kenangannya masing-masing, mulai dari lagu favorit yang diputar berkali-kali, yang setiap diputar ulang maka kenangan tentang seseorang akan datang bersama ingatan manis tentangnya. Ada lagi waktu, bahkan tempat yang selalu mampu menguak masa lalu. Masa lalumu bagian dari dirimu sekarang, walau ia tak lagi sepenting masa depanmu, namun biarlah ia menjadi kenangan yang pantas dan layak untuk dijadikan rekaman magis dari setiap episode manis kehidupanmu. Masa lalu mungkin berlalu, tapi ngomongin masa lalu selalu semengasyikkan itu. Yongkru!

Share

 

Kategori terkait

Novel

facebook google plush twitter instagram